Minggu, 30 Maret 2008

Assignment - Print Media Prod. Workshop

Berkomunikasi Menggunakan Gambar
Hubungan masyarakat (humas)yang professional adalah bagaimana menggabungkan tulisan dengan gambar untuk menghasilkan sebuah paket komunikasi agar dapat memenuhi tujuan yang ingin dicapai.

Pandangan dalam komunikasi
Persepsi
Persepsi adalah kesadaran akan lingkungan dan pada hal-hal yang akan terjadi
dan mempunyai arti penting dalam hidup kita.
Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi persepsi seseorang, beberapa diantaranya dihasilkan dari survei kerja warna yang akan diterangkan kemudian.

AIDA
Rangkaian Attention, Interest, Desire, Action dapat menunjukkan bahwa untuk membuat masyarakat membeli ataupun menyenangi produk atau jasa yang kita tawarkan, kita harus membangunkan perhatian mereka, membuat mereka tertarik akan produk atau jasa yang kita tawarkan, sampai akhirnya membangunkan keinginan pada diri konsumen untuk membeli produk atau jasa kita.

Survei kerja warnaSurvei ini mengungkapkan bahwa walaupun warna dapat meningkatkan keefektifitasan, tetapi efek yang dihasilkannya tidak mendapatkan jaminan. Faktor-faktor yang penting antara lain isi, desain, pesan dan ukuran. Ini adalah berita yang penting bagi seorang humas, karena dapat membantu mereka dalam memproduksi materi-materi yang dibutuhkan untuk kepentingan perusahaan. Ini juga dapat membantu seorang humas untuk dapat mengerti dan menyediakan kebutuhan dari media.


Dalam survey ini perlu diperhatikan:

1. Layout and eye movement (tata ruang dan gerakan mata)
Tata ruang pada sebuah gambar sangat mempengaruhi bagaimana
seseorang dapat merasakan gambar pada sebuah halaman.

2. Time per page (waktu untuk satu halaman)
Menurut survei, pembaca hanya diberikan waktu 38 detik untuk
membaca setiap halaman koran. Dalam jangka waktu ini, kita harus
tangkas dan pintar agar dapat menarik perhatian pembaca.

3. Recall (mengingatkan kembali)
Setiap halaman di Koran merupakan perpaduan dari tulisan dan
iklan. Seperti telah diterangkan sebelumnya, hanya 38 detik waktu yang
dimiliki pembaca di setiap halaman. Maka dari itu, diperlukan iklan
(gambar) yang menarik agar pembaca dapat tetap mengingat iklan kita
yang muncul di media massa.

4. Pheripheral vision (pandangan peripheral)
Survey ini menunjukkan bahwa pembaca dapat memberikan komentar mengenai sebuah iklan tanpa harus mencermati iklan itu, pembaca hanya perlu melihat sekilas.

5. Advertisement sections (bab pada iklan)
Pembagian dalam iklan sebagai humas terdapat tiga bagian, yaitu gambar, judul, dan salinan kata (terdiri dari kalimat pembuka, informasi pendukung, dan materi-materi lain).

6. Size and colour (bentuk dan warna)
Bentuk dan warna pada iklan akan mempengaruhi image produk
atau servis yang kita tawarkan.

Berkomunikasi menggunakan gambar
Untuk mengkomunikasikan sesuatu, seorang humas dapat menggunakan gambar dalam bentuk foto, sketsa, maupun diagram. Contoh dari pemakaian gambar oleh humas dapat berupa kartu undangan, dalam bentuk display di pameran, dalam laporan tahunan, pada persentasi, dll.

Kegunaan gambar
Kita dapat menggunakan gambar untuk menambah ketertarikan dalam suatu komunikasi.

 Tipe gambar
Gambar yang ingin ditampilkan dapat diperoleh dengan banyak cara, beberapa gambar dapat kita peroleh secara gratis, namun ada juga yang mengharuskan kita untuk membayar royalti kepada si pembuat gambar. Bebrapa contoh bentuk gambar antara lain lukisan, foto, gambar garis, film sampai video.

 Clip art
Ribuan gambar siap pakai ini dapat kita peroleh dari komputer secara gratis, ada yang sudah termasuk dalam program di computer ada juga yang mengharuskan kita untuk mendownloadnya dari internet.

 Gambar digital
Sekarang ini sangat banyak ditemukan foto dan gambar digital. Dengan semakin berkembangnya teknologi, orang pun mulai beralih dari kamera yang menggunakan film menjadi kamera digital yang sekarang banyak dijual dengan harga yang terjangkau.
Beberapa keunggulan gambar yang dihasilkan dari kamera digital dibandingkan film adalah gambar dapat kita lihat langsung sesaat setelah pemotretan berlangsung, gambar lebih mudah untuk diubah-ubah, dan lagi penduplikasian gambar dapat dengan cepat dan lebih mudah dilakukan.

Fungsi Fotografi dalam Hubungan Masyarakat
Ada 3 teknik fotografi, foto tetap, film dan video. Kamera digital adalah sebuah permulaan yang dapat menambahkan keuntungan kepada ketiga jenis fotografi diatas.
 Kenapa memakai fotografi?
Karena ini merupakan cara tercepat dan biasanya yang terbaik untuk dapat menangkap sebuah gambar. Dan juga, foto dapat menambahkan kekuatan pada sebuah cerita.
 Bagaimana memilih teknik yang akan dipakai?
Ketiga teknik diatas memiliki keuntungan yang berbeda-beda. Seorang fotografer professional dapat menentukan teknik apa yang akan dipakai untuk ditaruh di media mana, tetapi sang fotografer harus diberi penjelasan singkat terlebih dahulu.
Foto dapat dipakai untuk beragam tujuan, yang perlu menjadi catatan adalah media untuk menaruh foto itu haruslah media yang meperhatikan detail, seperti majalah.
Film biasanya berukuran 16 mm, tetapi untuk standart seorang professional biasanya memakai film 35mm.
Video mungkin terlihat mirip dengan film, tetapi jika diperhatikan lagi, akan tampaklah sebuah perbedaan besar. Satu hal yang sangat jelas adalah dalam pembuatannya, film akan lebih rumit dan lama, selain itu biaya produksi menggunakan film juga lebih besar dibandingkan video.

Kesempatan yang Diciptakan Foto
Media bergambar – khususnya televisi, sekarang ini menjadi sangat kuat. Banyak orang yang memilih untuk menonton televisi dibandingkan mendengarkan radio.
Kegunaan lain untuk sebuah gambar adalah untuk menceritakan sesuatu. Sekarang ini anak kecil pun sudah disuguhi majalah yang kebanyakan berisi gambar-gambar animasi. Tabloid sendiri banyak menggunakan gambar-gambar visual.
Salah satu dari tanggung jawab seorang humas yang professional adalah menciptakan kesempatan yang baik untuk penggunaan foto. Ini berarti memikirkan cara untuk mendapatkan ketertarikan visual klien.

Berikut adalah contoh bagaimana foto dapat membuat suatu keuntungan:

Acara

Membangun kesan yang baik




Upacara penghargaan

Kesempatan yang diciptakan foto

Mengunjungi rumah sakit, foto dengan pasien muda atau bahkan yang sangat parah penyakitnya, semua tergantung kebutuhan.

Pengahargaan diberikan kepada seseorang yang berprestasi.



Pemberian judul gambar
Gambar harus teridentifikasi, setiap gambar harus mempunyai judul. Judul itu harus berdiri sendiri tanpa bergantung pada suatu cerita. Yang mesti diperhatikan adalah jangan pernah menulis judul dibalik gambar.
Ukuran foto yang umum untuk dipublikasikan adalah 8 inci × 6 inci Dengan ukuran ini memungkinkan foto untuk diberikan judul dengan cara :
• Menggunakan ukuran kertas press release normal.
• Dengan spasi ganda dan tipe margin yang lebar, setengah kertas
yang lain diisi dengan penjelasan foto. Penjelasan foto ini antara
lain embargo, nama dan nomor telepon yang bisa dihubungi, judul,
tanggal, lokasi, dll.
• Memakai lem di keempat sudut foto.

Kerjasama dengan Fotografer
4 Hal yang harus jelas bagi seorang humas sebelum meeting dengan fotografer:
a. Bagaimana sebuah cerita dapat dikisahkan melalui gambar
b. Efek yang didapatkan
c. Jenis foto apa saja yang diinginkan editor
d. Bagaimana bekerja dengan fotografer

1. Memilih fotografer
Sebagaimana pekerjaan lain, fotografer pun ada yang kerjanya cukup memuaskan, baik bahkan luar biasa. Peraturan yang sama untuk mempekerjakan atau bekerja sama dengan orang baru antara lain mintalah rekomendasi dari orang yang pernah menggunakan jasa fotografer itu, lihatlah foto-foto yang pernah dia hasilkan, ketemudan bicara dengan calon fotografer, mulai bekerja dengan proyek yang kecil dahulu.

a. Staf Fotografer
Beberapa organisasi besar mampu mempekerjakankan fotografer sebagai karyawan tetapnya.

b. Fotografer local
Semua humas membutuhkan fotografer local –barangkali dibayar- yang dekat dengan cabang kantor mereka.

c. Fotografer pres
Semua media mempunyai fotografernya sendiri yang selalu mengirimkan gambar cerita. Fotografer pres dapat diarahkan oleh seorang editor agar dapat membuat berita yang lebih baik.

d. Fotografer spesialis
Tarif fotografer spesialis biasanya lebih mahal, tetapi biasanya hasilnya juga akan lebih baik.

2. Memberikan penjelasan kepada fotografer
Fotografer harus mengerti foto yang mereka hasilkan akan digunakan untuk apa. Seperti biasa, tujuan yang jelas sangat dibutuhkan. Maka dari itu, fotografer harus diberikan penjelasan-penjelasan seperti kapan foto itu harus selesai? Berapa biaya yang tersedia? Media apa yang digunakan untuk menempatkan foto? Pesan dan kesan apa yang ingin disampaikan melalui foto itu?

3. Pengambilan gambar
Biasanya sebelum melakukan pemotretan, fotografer terlebih dulu diberikan penjelasan. Dalam bekerjasama persentase hubungan kerja yang paling bagus antara fotografer dan humas adalah 80:20.

4. Pemilihan foto
Sebelum ditaruh di media, foto harus diseleksi terlebih dahulu, sebagaimana suatu siaran berita agar sesuai dengan kebijaksanaan media.
Kadang pemotongan foto dapat dilakukan untuk membuat memfokuskan gambar pada objek.

5. Pendistribusian materi
Kita harus hati-hati dalam penditribusian segala bentuk materi gambar, mulai dari foto, film sampai video. Sebelum dikirim, materi tersebut harus diberi judul (agar tidak tertukar), lalu dibungkus dengan rapih agar terhindar dari guncangan yang dapat merusak kualitas gambar. Pengirimannya sendiri dapat dilakukan dengan menggunakan jasa kurir. Walaupun gambar video dapat dikirim melalui internet, tetapi kaset video sendiri harus tetap dikirim secara tradisional.

Menghindari pembuangan materi
Untuk menghindari pembuangan materi gambar, kita harus ingat bahwa tujuan kita adalah menyediakan materi yang bernilai bagi media. Kerja untuk membangun reputasi dapat dilakukan dengan memilih siaran berita dan gambar.

6. Anggaran biaya
Seperti biasa, Anggaran biaya sangat diperlukan. Anggaran biaya harus meliputi:
• Waktu
• Personil
• Ongkos

Tidak ada komentar: