Minggu, 30 Maret 2008

ASSIGNMENT III Short Semester – International Marketing


Name : Debora Aryanti N.I.M : 2004 08 0110 Class : PR 8-9C
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Product : POCARI SWEAT
Brand Tracking Survey – Q: “When I say POCARI SWEAT, what are the first associations that come to your mind?”
Pendapat dari 5 orang mengenai POCARI SWEAT:
1. Ann Christine Citadini / 21tahun / Mahasiswi
 minuman menyegarkan, pengganti ion tubuh, pemuas dahaga, berwana biru, kesannya sehat kalau minum itu.
2. Krisna Rosita / 26 tahun / Mahasiswi – Consultant
 minum pas berkeringat, lagi fitness, minuman segar, fresh.
3. Maria Christina / 25 tahun / Manager
 minuman kesehatan, penambah cairan tubuh, diminum setiap hari, bisa jadi infuse karena isinya pocari sama seperti infus, kalau bedan berasa gak fit langsung minum pocari, pengonsumsi berat pocari, sugesti kalau satu hari aja tidak minum pocari badan berasa lemas.
4. Arlyn Aryana / 21 tahun / Mahasiswi – AE
 olahraga, segar, penghilang dahaga, pengganti ion tubuh.
5. Jonathan Mulia / 21 tahun / Mahasiswa – Aktor
 segar dan enak banget diminum setelah olahraga, kalau badan muali berasa tidak fit langsung minum pocari, minuman isotonic.

Kesimpulan: berdasarkan pendapat dari 5 orang diatas, bisa diambil kesimpulan bahwa POCARI SWEAT telah menjadi mind set sebagai minuman isotonic yang fresh dan menyegarkan, pemuas dahaga, pengganti ion tubuh, identik dengan kegiatan yang berkeringat (berolahraga, fitness, dll), dan menyegarkan jika dikonsumsi setelah berolahraga. Pocari juga dianggap minuman kesehatan yang diminum pada saat badan terasa tidak fit karena dianggap kandungan pocari sama dengan infus. Satu dari responden merupakan pengkonsumsi berat POCARI SWEAT, dimana yang bersangkutan setiap hari mengkonsumsi pocari dan bersugesti jika tidak mengkonsumsi pocari maka badan terasa lemas. Tetapi ada juga yang beranggapan pocari adalah minuman yang ‘terkesan’ sehat. Tampaknya pendapat dari lima orang diatas menjurus kepada opini netral cenderung positif. Hal ini menunjukkan posisi pocari sebagai minuman isotonic di tengah masyarakat cukup baik.

ASSIGNMENT II - Short Semester – International Marketing


Name : Debora Aryanti N.I.M : 2004 08 0110 Class : PR 8-9C
-------------------------------------------------------------------------------------
Product :BOURJOIS Blush/Blusher

The three major functions of product’s packaging:
• Protection  Para wanita tentunya menginginkan segala sesuatu yang cantik dan tidak ribet, terutama untuk perlengkapan make up. Blush on (perona pipi) BOURJOIS ini dikemas dengan cantik, aman dan higienis. Produk ini merupakan blush on padat yang dikemas dalam mini packaging yang memiliki blusher dan cermin di dalamnya. Cara membukanya pun dilengkapi dengan button kecil yang memudahkan untuk membuka/tutup produk ini, sekaligus aman karena blush/blusher tidak mungkin tercecer di tas ataupun make up kit. Sehingga lebih locked-up dan higienis.

• Promotion  Kemasan BOURJOIS sangat simple dan terlihat tetap elegan. Packagingnya berbentuk mini round shape dengan warna sesuai dengan warna blush di dalamnya yang dicampur gradasi keemasan, dan tulisannya berwarna keemasan. Pada tutupnya tertera juga kode nomer dan jenis warna blush tersebut (e.g. 33 LILAS D’OR). Memudahkan pemakai untuk mengetahui jenis warna blush yang diinginkan.

• User Convenience  Produk ini sangat nyaman dan praktis untuk dibawa-bawa. Selain ukurannya yang kecil dan tertutup rapat, para pengguna juga semakin merasa nyaman karena blush on ini telah dilengkapi kaca kecil dan kuas (blusher) di dalamnya, sehingga para wanita tidak harus repot-repot membawa blusher dan kaca secara terpisah. Karena bentuknya yang sangat simple, memudahkan produk ini untuk dibawa di tas kecil sekalipun.

ASSIGNMENT (Short Semester – International Marketing)

Name : Debora Aryanti N.I.M : 2004 08 0110 Class : PR 8-9C
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Product : Dog’s Apparel – accessories, grooming, et cetera…
Naming : OhMyD G!
• Message : OhMyDOG! Adalah sebuah nama produk (merek) dan butik yang menyediakan produk dan jasa untuk anjing peliharaan tersayang. OhMyDOG! Menyediakan baju, jaket, celana dan pernak-pernik yang berhubungan dengan anjing. OhMyDOG! Juga menyediakan jasa custom made clothing, grooming dan coaching.
• OhMyDOG! Diambil dari bahasa Inggris yang kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia “oh anjing-ku!”, ke bahasa Jerman “oh mein Hund!”, dan seterusnya. Karena diambil dari bahasa yang paling universal, diharapkan tidak ada penafsiran/penerjemahan yang buruk pada nama ini.
• OhMyDOG! Dapat dimengerti oleh semua orang dari seluruh negara dan kebudayaan, ini dipengaruhi oleh nama yang terdengar familiar dan bersifat universal.
• OhMyDOG! Mudah diingat karena terdengar mirip dan identik dengan kata-kata “Oh My God!” yang nampaknya sudah sangat familiar di telinga dan ingatan setiap orang. Dan mudah diingat pula jika disingkat jadi ‘OMD!’
• OhMyDOG! Sangat mudah diucapkan dan hampir semua orang dapat melafalkannya dengan benar.
• Saat orang mendengar dan atau membaca nama “OhMyDOG!”, maka yang muncul di kepala adalah “Oh My God”, dengan adanya penggantian kata ‘God’  ‘DOG’, hal ini membuat orang langsung berpikir bahwa nama tersebut menjual segala sesuatu yang berhubungan dengan anjing.
• OhMyDOG! Dipatenkan agar tidak ‘di-copy’ oleh pihak lain. Daftar hak paten bukan hanya menjaga kepatenan sebuah nama produk, tetapi juga untuk membuktikan bahwa produk tersebut sudah sah dan ter

Assignment - "The Tuna and the Dolphin"

The Tuna and the Dolphin

Nowadays, marine scientist have no idea why, but some of dolphins swim above, or “associate with” schools of mature yellow fin, skipjack, and big eye tuna.
Thus, to catch quantities of tuna, fisherman looks for the leaping dolphins and cast purse seines (nets pulled into a bag-like shape to enclose fish) around both tuna and dolphins. They found out that some of the dolphins are asphyxiated.

Perhaps the most important new technique is the “back down operation”. After “setting on dolphins” to catch tuna, that is, encircling both tuna and dolphins with the purse seine, the ship backs away, elongating the net, submerging the cork line in the back, and pulling the net out from under the dolphins.

According to many of the experts involved, including the Inter-American Tropical Tuna Commission, the U.S National Marine Fisheries Service, and the scientific advisor to the American Tunaboat Association, the most efficient method for fishing tuna, in term s of operational, cost, yield and conservation of the tuna population, is to set on dolphins with a purse seine.
Many experts also believe that is not possible to abandon the practice to setting on dolphins without falling into other. While research to develop better techniques is now under way, positive result are not expected in the near future.

A U.S trade embargo was imposed in February 1991 on yellow-fin tuna caught by Mexican fleets in the eastern tropical pacific. This embargo resulted from violation of the Marine Mammal Act of 1972, which was amended in 1986 to prohibit the incidental kill of dolphins during commercial tuna fishing.
In fact, a National Marine Fisheries Service scientist has stated that I Mexico has money for research; it would be better invested on behalf of the Vaquita, a species in real danger of extinction, than in the tuna-dolphin issues since there is no danger to the dolphin population as a whole.
-------------------------------------------------------------------------------------
Questions for Discussion

1. Why is there such a concern about dolphins?
2. What is your view of using the technologically most advanced country’s performance as a benchmark for evaluating other countries activities?
3. Is the denial of market access an appropriate tool to enforce a country’s environmental standards?
4. Is a zero-dolphin-death goal realistic?


Answer for the Question discussion

1. Because of many fishermen took an absolute advantage by using the nets which other side, use dolphins to catch large quantities of tuna fish. In fact, it decreased the population of dolphins.

2. I think in this country the technology is not fit the requirement yet. We can see the government does not really care about this problem. So there’s no measure that we can use. Indonesian’s technology is still under average and still can’t resemble other country’s technology. But that’s so important to realize that we cannot catch tuna-fish by using the Dolphins. That is very horrible.
In my opinion, we can use demarcation to border both of dolphins and tuna. Or in other alternative, I think we can use evacuation method for this case. We evacuate the dolphin to somewhere that safer, so that could avoiding unnecessary killing. And also we can issue the newest marine policy that explains the law of strict Dolphin’s catching. It could be another choice to decrease the dolphin’s death number.

3. The denial of market access such as embargo is not an appropriate way to enforce a country’s environmental standards. Like what U.S has done to Mexico.

4. A zero-dolphin-death goal is realistic but such effort needs to be done either by the fishermen or the government. In my opinion, the government should develop a new strategy to minimize the deaths of dolphins or the other words, decreasing unnecessary killing. Meanwhile, the fishermen should try to catch tunas in different location where dolphins’ population is rare.

Assignment - P.R - Summarize

Debora A (class: 9A)

The community consists of the organization’s neighbors who may live or work to any of the organization’s operational centre.

Community relations activity
An organization can involve itself in many ways. These are typical:
- Amateur media support
- Exhibitions
- Secondment of staff
- Educational support
- Community affairs
- Sponsorship
- Direct participation
- Self-publicity

Crisis is A time of danger. Or the situation that presents danger or a threat

Contingency planning is preparing for a forecast planning

How to deal with a situation?
- identify the problem
- think through a range of possible responses
- select one
- assemble the needed resources
- check that they all work
- start to deal with the problem

“What if” planning help to identifying possible futures
The intention of the Manager is to:
- maximize the probability of achieving the strategies
- minimize the probability of failure
- prepare specific contingency plans for the most likely events & situations

To be successful, managers must:
- identify what could happen
- quantify and evaluate each alternative
- make plans to deal with the most likely future events


Quantification.. Each scenario must be quantified, so that:
- the potential profit or loss it understood
- the probability of it occurring is known

Potential profit or loss of each scenario must be calculated. It’s good discipline to base costing on 3 evaluations:
- base case  d results if everything were to work perfectly, and all events were favorable
- worst case  d results if everything went wrong n all d events were unfavourable
- expectation  d results that are expected taking into account the internal factors and external event that can reasonable to be expected.

A contingency plan is a fully worked-through plan that is available for immediate use.
Contingency planning would have to include:
- objectives covering
- contact numbers
- responsibilities allocated for
- provisional arrangements including
- reference for every country/region/area in which coaches run (to include such items as: Official contacts: police, fire brigade, ambulance service)
- Media contacts, especially: wire service, eg. Reuters

Types of crisis:
a) Sabotage and outside attack  Sabotage is attack from inside organization –from a worker who has been redundant, or during dispute with management
b) Criticism and libel  the result of media exposure following an in-depth investigation by a team of journalist.
c) Public service
d) Product recall  the way to taking back the product from the market, because there’s something wrong on it

“NO COMMENT” always be a bad responses

Editorial
Editor  someone who approves the news and make decision for the news which will be publishing.
Sub-editors  sub editors’ takes submitted copy and actually edits it, and also he send it straight to the printing process.

News sources
Reporters  full time staff who are directed to gather information based on a given subject by the editor
Leader writers  often the editor, write thoughtful pieces about current events, these represent the considered view of the media and taken very seriously by all who read them.

Special correspondents  Specialist in a particular subject, lives in somewhere out there, and may or may not have a by-line with the media here, so if there’s something emergency, he/she could it directly and immediately.

Investigative Journalist  A reporting or reporting team who seeking out of corruption and wrong doing.

Stringers  people in a locality often a journalist on local media act part time for a bigger media

Features writers  a subject specialist with a high reputation, but a feature can be produced by anybody in d team

Columnist  write a regular column or article with regular style and follow a regular theme and he/she has they own column and page

Contributors  those who contribute with get paid or not. It’s a term used to give a description to people who do not wit with any other classification.

News agencies  commercial organizations which specialize in the supply of news stories and features. They have their own journalist and search news in d same way as the media

Picture agencies  the agencies which specialized in photography and supply the pics for the media.

The ad dept of a newspaper or mag is usually divided into 2:
- Display  the majority of the ad in most media
- Classified  the small ads that announce births and deaths, offer personal services, goods for sale

What is news is decided by media

Media officers would be a more accurate title, because there is more top media than press.
D central focus id to secure appropriate coverage in target media, by appropriate:
- The story is accurate
- It’s fairy reported
- It appears to time
- It is well placed

Assignment - Journalism



Pariwisata Bali Belum Pulih, but “I STILL LOVE BALI”
Apakah Anda punya kenangan berjalan-jalan di malam Minggu atau di masa liburan di Kuta, Bali? Bayangan Anda tentang suasana sepanjang pantai ini pasti agak pudar bila melihat kondisinya belakangan ini. Kuta, yang dulunya sangat ramai, akhir-akhir ini jumlah pengunjungnya berkurang.

Kuta adalah wilayah yang agak terbuka di Bali, dibanding wilayah lain, seperti Tanah Lot, Nusa Dua atau Pantai Sanur. Kuta juga dianggap sebagai tempat yang paling dekat dengan publik.
Tapi sekarang, Anda jangan lagi berharap akan mendengar lagi suara musik menghentak dari mobil-mobil yang diparkir atau yang berlalu-lalang di sepanjang pesisir, seperti sebelum terjadi peledakan Bom Bali II.
Di jalan-jalan pun, tak tampak lagi kemacetan lalu lintas. Padahal, para wisatawan tak perlu lagi merasa khawatir, karena pengamanan di berbagai lokasi, seperti kafe, pub, hotel yang berjajar di sepanjang wilayah ini sangat ketat. Kendati demikian, suasana pada malam hari memang agak berbeda dengan saat siang. Pada saat cahaya matahari masih merambah pantai, suasana di sepanjang pantai Kuta terasa lebih hidup. Bule-bule yang berkeliaran–suasana khas Pulau Dewata ini–mulai berkeliling, memperhatikan sekeliling, berdialog atau berbelanja.
Suara dentuman musik menggema terdengar dari salah satu diskotik di kawasan Seminyak, Kuta, Bali, Hentakan musik yang dimainkan disk jockey (DJ) dari diskotik Double Six ini memang sangat menarik minat untuk menjejakkan kaki ke sana.
Namun sejak kejadian bom suasana di diskotik yang sudah cukup terkenal di kalangan wisatawan domestik (wisdom) maupun wisatawan mancanegara (wisman) ini masih tampak sepi. Padahal, biasanya, diskotik Double Six selalu ramai dikunjungi kalangan wisatawan, apalagi pada malam Minggu.
Bahkan, biasanya pengunjung sampai berjubel hingga di pinggiran kolam renang diskotik. Sejak peristiwa peledakan bom 1 Oktober lalu, pengunjung yang datang jauh berkurang dibandingkan sebelum adanya bom.
Biasanya, setiap malam Minggu tempat itu selalu dipadati pengunjung yang jumlahnya mencapai ratusan. Karena saking ramainya, untuk berdisko di hall saja pengunjung harus ”rela” saling berdesak-desakan.
Suasana yang sama juga terlihat di tempat hiburan malam lain di kawasan Legian, Kuta. Sebut saja tempat yang bernama Apache. Apache yang selalu menyuguhkan live musik bernuansa reggae biasanya juga selalu dipenuhi turis asing maupun lokal, terutama pada malam Minggu. Tapi, week-end belakangan ini tempat itu tampak sepi pengunjung. Diskotik Double Six maupun Apache paling banyak dikunjungi wisatawan asal Australia.
Kondisi pariwisata Bali hingga saat ini memang belum sepenuhnya pulih pasca bom Bali II di Jimbaran dan Kuta yang menewaskan 23 orang. Jumlah kunjungan wisman ke Bali belum seramai sebelumnya. Kondisi pariwisata belum sepenuhnya pulih. Hal ini ditandai dengan belum banyaknya wisman yang datang.

Assignment - Indonesian Communication System


KEMENANGAN SOEHARTO ATAS PERKARA MAJALAH ‘TIME’ ASIA


Debora Aryanti
2004 08 0110
PR 8-9C
Subject : Indonesian Communication System
Lecturer: Mr. Ilham Prisgunanto

London School of Public Relations - Jakarta Campus C


Analisa Masalah
Orang nomor satu yang menduduki peringkat teratas dalam daftar koruptor dunia mendapatkan uang ganti rugi sebesar Rp 1 Triliun tampaknya membuat ‘panas’ semua pihak. Masalah ini cukup menjadi bukti bahwa kebebasan berbicara pers –yang juga merupakan hak asasi manusia- sangat terinjak-injak.
Majalah Time edisi Asia dituntut ganti rugi sebesar Rp 1 Triliun atas kerugian imateriil yang dialami mantan presiden Soeharto. Tidak hanya itu saja, Time bahkan juga diharuskan untuk meminta maaf secara terbuka melalui media nasional dan internasional atas ‘kesalahan bicara’ yang sebenarnya adalah suatu kebenaran.
Tersiar pula kabar bahwa Soeharto akan memberikan uang ganti rugi tersebut kepada rakyat miskin Indonesia. Hal ini sangat memperkuat citra beliau yang innocent dan semakin meyakinkan bahwa pemberitaan Time atas ‘uang gelap’nya tidaklah benar dan ia pantas untuk mendapatkan ganti rugi itu.Tersiarnya kabar tersebut semakin meyakinkan bahwa Time memang benar-benar bersalah. Bagi saya, hal ini terdengar sangat ironis.
Berdasarkan ke-empat berita yang telah saya cantumkan di depan, tampaknya pers dan masyarakat seperti diperhadapkan pada sistem perekonomian Voodoo yang kita kenal di dalam sistem perekonomian bahwa uang terus dikucurkan bagi pihak yang menduduki ‘bangku teratas’, dan yang ‘dibawah’ hanya mendapatkan imbasnya saja dengan dalih kebenaran dan kesejahteraan. Tetapi bedanya sekarang kita tidak sedang membahas mengenai masalah ekonomi, melainkan hak kebebasan berpendapat.
Paradigma aliran Mikro menurut saya tampak jelas di dalam kasus ini. Dimana peran pers sebagai media yang seharusnya bebas menyuarakan dan membeberkan kebenaran malah berakhir dengan tuntutan kerugian yang sangat besar. Media massa sebagai reinforce bagi public tampaknya cukup berhasil, karena mata masyarakat semakin terbuka, dan dengan sendirinya dapat menilai dengan cerdas mengenai perkara ini. Saya pribadi melihat hal ini benar-benar suatu chaos. Fakta diputar balikkan dan pihak yang mencoba menguak kebenaran malah dilanda kerugian besar.
Menurut saya Time tidak akan bertindak gegabah dalam penyelusuran harta kekayaan Soeharto yang telah berlangsung tahunan.
Pastinya sejumlah data empiris telah diperoleh Time, sehingga hal inilah yang membuat Time berani membeberkan kebenaran yang ada. Nampaknya kerugian materiil dan imateriil bukanlah melanda keluarga Soeharto, tetapi melanda Time sendiri.
Dengan dimenangkannya gugatan Soeharto yang sejumlah Rp 1 Triliun tersebut, tampaknya sangat tidak lazim Negara ini disebut Negara yang demokrasi dan mengandalkan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Disamping itu, sistem Patriaki yang dianut Indonesia tampaknya cocok dengan kejadian ini.
Mazhab dunia pers Indonesia sudah jelas tidak menganut Libertarian. Jelas sudah bahwa Authoritarianlah yang dianut mazhab dunia pers di Indonesia, mungkin untuk kasus ‘Soeharto vs Time’ ini authoritarian juga tampaknya sudah tidak cocok lagi, karena ini sudah amat sangat jauh menyimpang menurut pandangan saya.
Bisa dibayangkan, Soeharto, sebagai koruptor nomor 1 dunia mungkin sekarang sedang bersenang-senang dengan uang gugatan Rp 1 triliun yang dimenangkannya itu. Dari segi kemanusiaan dan HAM, kasus ini sama bengisnya dengan kasus ‘Biksu vs Junta militer Myanmar.’
Yang dilakukan majalah Time hanyalah mencoba menguak kebenaran, karena mungkin dunia juga bingung bagaimana koruptor yang ‘menggelapkan’ uang lebih dari 15 miliar dollar AS bisa lolos dan tetap menikmati uang rakyat yang diraup selama 32 tahun menjabat. Di sisi lain, Joseph Estrada yang ‘hanya’ menggelapkan uang sebesar 80 juta dollar AS dan yang berada di nomor bontot daftar koruptor dunia telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Ini membuktikan bahwa semua rakyat Filipina bekerja keras untuk membongkar kekayaan gelap Estrada dan menggiringnya ke pengadilan untuk mendapatkan ganjaran setimpal. Hal ini merupakan dilemma besar.
Bisakah bangsa Indonesia melakukan hal yang sama dalam menuntut keadilan?
Jika Mahkamah Agung saja memenangkan gugatan Soeharto atas Time, maka usaha apa yang bisa masyarakat lakukan jika media yang berperan sebagai wadah penyalur informasi malah diberi ganjaran Rp 1 Triliun karena mengungkap fakta?
Dalam aliran makro, pemirsa dianggap pihak yang cerdas, jadi sudah seharusnya kita sebagai pemirsa jangan hanya berperan sebagai penilai, tapi juga terus bereaksi mendukung agar pers mendapatkan kebebasannya.

Assignment - Film 'GIE' Synopsis




Name : Debora Aryanti
Class : PR 8-9 C

GIE

Film ini diangkat dari kisah hidup Soe Hok Gie, pemuda keturunan Cina yang juga dikenal sebagai aktivis dan penulis yang kritis pada dekade 1960-an. Gie (Nicholas Saputra) memiliki sikap hidup yang berbeda dengan orang kebanyakan. Gie kecil (Jonathan Mulia) yang saat itu masih duduk di bangku SMP sudah berani menentang gurunya karena di menilai gurunya keliru. Gie yang sejak kecil hidup di lingkungan politik yang meskipun mendapatkan tekanan-tekanan dari sekitarnya, tetapi dia sangat jujur, lurus, tapi juga berani dalam bersikap.

Sikapnya yang seperti itu membuatnya susah diterima di lingkungannya. Menjelang dewasa pergulatan Gie lebih sulit lagi, kampus yang seharusnya bersih dan bebas dari imbas pergulatan politik negara ternyata menjadi ajang trik dan intrik jang politik yang sedang memanas di Indonesia pada masa itu. Saat negara genting pasca G30S-PKI, dia aktif dalam pergerakan menjatuhkan rezim Orde Lama.

Namun yang terjadi pada saat rezim baru muncul, ketika orang-orang di sekitarnya mulai menyesuaikan diri dengan rezim baru Gie tetap menjadi manusia yang merdeka. Tulisannya di surat kabar menyerang semua orang yang dianggapnya keliru. Akibatnya, dia ditinggalkan oleh orang-orang di sekitarnya, teman-temannya bahkan wanita yang dicintainya (Wulan Guritno), hanya sahabatnya yang tetap setia menemaninya.

Mungkin para orang tua kita dulu sangat tidak asing dengan nama Soe Hok Gie. Dan kisah dari seorang aktivis keturunan Chinese ini diperakan dengan sangat natural dan hidup baik oleh Nicholas Saputra-Gie dewasa maupun Jonathan Mulia-Gie kecil. Berjalannya alur cerita dari Gie kecil ke Gie besar sangat ‘smooth’. Mungkin karena juga didukung kemiripan wajah antara Gie Kecil-Gie Dewasa. Film ini sangat worth it untuk ditonton, dengan durasi sekitar dua jam lebih mungkin awalnya film Gie terasa agak membosankan bagi mereka yang awam, karena film ini tergolong film ‘berat’.
Pembuatan film dari produser Mira Lesmana, dan sutradara Riri Riza ini memakan waktu kurang lebih 3,5 tahun dan dirilis bulan Juli 2005. Film Indonesia terbesar yang pernah dibuat oleh generasi baru perfilman Indonesia.



Jenis Film : Drama/Heroic
Pemain : Nicholas Saputra, Sita RSD, Lukman Sardi, Wulan Guritno, Indra Birowo, Jonathan Mulia
Sutradara : Riri Riza
Penulis : Riri Riza
Production Company : Miles Production

Assignment - Film Review


Être Et Avoir
(To Be And To Have)

Salah satu film Perancis garapan Nicolas Philibert yang diputar di International Film Festival (Jiffest) ini mungkin bukanlah sebuah film ‘berat’, tetapi Être Et Voir merupakan sebuah film ringan yang ‘berisi’. Apa yang ditampilkan di film ini, itulah keadaan yang terjadi sebenarnya. Single-class school, yang ditangani oleh seorang guru berdidikasi tinggi yang mengajar sekitar satu lusin murid di dalam satu kelas.
Dengan tidak bertele-tele film ini cukup banyak menyadarkan kita akan kepolosan anak kecil dan kesabaran seorang guru yang selain sebagai guru, ia juga berperan seperti orang tua bagi anak-anak tersebut.

Terinspirasi oleh fenomena sekolah ‘satu kelas’, film ini menampilkan kehidupan sekolah tersebut selama satu tahun akademik, dan menangkap kehangatan dan ketenangan pendidikan dasar di Perancis. Masih ada, bahkan di tiap-tiap penjuru di Perancis, selusin anak berumur 4 – 10 tahun, belajar bersama di bawah asuhan seorang guru yang berdedikasi penuh. Georges Lopez dengan sabar membimbing anak-anak, melayani argumen mereka secara tenang dan mendengarkan masalah dengan penuh perhatian. Film ini berjalan sangat smooth dan mudah dicerna bagi semua kalangan. Film drama comedy family ini mengajarkan kita tentang bagaimana menangani anak-anak umur balita sampai yang akan memasuki sekolah menengah dengan sabar dan ‘secara anak-anak’. Dengan ending yang cukup menyentuh bisa mengajak penonton yang tertawa sepanjang film diputar akhirnya meneteskan air mata hanya dengan 5 menit adegan di ending film.
Seluruh nama tokoh dalam film ini merupakan nama yang sebenarnya. Sang guru, Monsieur Georges Lopez yang ternyata keturunan Spanyol ini memang di kenyataannya sudah 35 tahum mengabdi sebagai guru. Beliau sangat ahli dalam menangani anak-anak yang kesulitan di pelajaran, yang nakal, bahkan memberikan advice untuk masalah keluarga yang bisa diterima anak-anak tersebut. Adalah Jojo, yang di dalam film ini terlihat sebagi anak yang sangat polos tetapi agak ‘lambat’ dan meskipun begitu kelihatan bahwa Jojo adalah murid kesayangan Georges.
Film ini juga tidak terlalu rasis, karena bisa kita lihat adanya anak Jepang bernama Marie yang sedikit genit dan selalu ingin tahu urusan orang. Ada juga Olivér yang sudah agak besar tetapi suka berkelahi. Para pemain kecil yang lain antara lain didukung oleh Axel, Letitía, Gullaume, Laura, Jesse, Johann, Alice, Julien, Jonathan dan Nath.
Penokohan dari semua pemain tampak sangat natural. Beberapa dari murid-murid tersebut bahkan tertawa saat melihat ke arah kamera. Dan ada bagian di mana George Lopez menceritakan tentang kehidupannya.
Sang director, Nicolas Philibert memang ingin mengangkat film yang berdasarkan pada real life di daerah pedalaman, meskipun tetap bisa kita lihat sang guru mengendarai mobil Audi 4 series –yang mungkin tidak akan kita temukan di pedalaman Indonesia. Film yang bersetting di sekolah-rumah-taman bermain dan museum ini berlokasi di jantung kota kecil, Auvergne di wilayah Massif Central-Perancis. Shooting di sekolah berlangsung di sebuah sekolah kecil Saint-Etienne sur Usson. Film yang menampilkan kehidupan murid-guru selama setahun ini terlihat pas karena pengambilan gambarnya juga disetting sehingga empat musim di Perancis terlihat di film ini. Pada awal film kita bisa lihat betapa sulitnya winter di daerah rural tersebut dan dengan harsh climate yang sangat mendukung soul film ini, dan selanjutnya spring-summer-autumn dan di akhir film kembali ke winter.
Tidak tidak ada effek yang dipakai di film ini. Bahkan tidak ada artificial lighting di dalam film ini. Semua sangat alami dan tidak ada camouflage.

Film yang karena penghargaan-penghargaannya bisa masuk dalam kategori Official Selection Cannes 2002 ini menjadi nominasi untuk César for Best Film & Best Director-César Awards France 2003 dan juga telah menyabet penghargaan yang masuk dalam kategori jenis Film-Documentary, antara lain:
o Best Directory, European Film Awards 2002
o César for Best Editing, César Awards 2002
o Critics Award, French Syndicate of Cinema Critics 2003
o France Cinema Grand Prize, France Cinema 2002
o Best Film Prix Louis Delluc, 2002
o Best Documentary, Valladolid Int. Film Festival 2002
Sangat wajar tentunya jika film yang berdurasi 105 menit ini menyabet sejumlah penghargaan di atas. Karena meskipun tergolong film ringan, Être et Avoir sangat berisi dan terhitung sebagai film berbobot untuk ukuran film documentary-comedy family.

Proses prduksi berjalan sekitar dua tahun. Dimulai saat Nicolas menyiapkan project ini pada Spring tahun 2000, yang akhirnya dijalankan setelah Georges Lopez bersedia untuk ikut serta dalam film ini, sekaligus sebagai sepak terjang akhir sebelum beliau pensiun mengajar. Setelah yakin dengan lokasi yang tepat pada bulan Oktober 2002, akhirnya proses produksi berlangsung pada bulan November. Proses produksi ini berjalan lancar, hanya dinginnya winter yang kadang menjadi kendala. Tapi tak perlu disangsikan bahwa film ini adalah termasuk “it’s a must family film”.

Être et Avoir sebenarnya mengajarkan kita bagaimana mengajarkan attitude dan menghadapi anak kecil yang memang masih sangat polos dan yang selalu bersikap spontan. Film ini juga menunjukkan kesedihan George sebagai guru yang telah mengajar mereka selama setahun, harus berpisah karena mereka masing-masing akan pindah ke jenjang yang lebih tinggi. Akting George saat menahan air mata di depan murid-muridnya sampai akhirnya ia meneteskan air mata sangatlah menyentuh dan sangat natural.
Sepertinya susah mencari cacat dari film ini, mungkin karena semuanya serba natural menjadikan film ini sempurna di mata kaum awam. Based on real life, no artificial lighting, and extremely natural. Two thumbs up for Nicolas Philibert, crews and the actors!

Assignment Marketing

Name: Debora Aryanti
Class: 9A

Assignment for Score Improvement
I. Marketing Concept
1. Marketing concept is that people operate best when they exchange value for value.
2. Alternative concepts:
• Production  the production is based on the ability of an organization to make certain products, or to supply certain services.
• Sales  Is based only on the selling of goods and services. Sales concept is that goods are pushed down a channel of distribution from the supplier to the user.
• Financial concept  financial concept is based on costs. It tends to be an inward-looking, low risk approach.

II. Segmentation
1. Segmentation is the dividing of a market into groups of consumers that share common needs. Without segmentation we have to spread our promotional efforts very wide.
2. Forms of segmentation:
• Geographic
Ex. People who live in Jakarta, mobile phone are not glam stuff. For most of them, mobile phone is such as a primary stuff to support their mobilization. They are the ‘white collar’, directors, the Childs, maid or the ‘blue collar’.
• Demographic
Demographic segmentation was made by the personal factors.
Ex. Age, gender, religion, status, job, etc.
• Social Grade
Ex. Nokia 9500 is usually used by the person whose salary above Rp.8.000.000,-/month. They are included to the “Upper-middle class”, such as like: directors of large company, surgeons, etc.
• Geodemographic
Ex. A post or zip code allows a small number of homes to be identified.

III. Marketing research
1. Quantitative: Deals with numbers, with hard facts. Can provide answers to Who? Where? and When? questions.
Qualitative: Deals with opinions, with subjective issues. Is concerned with what happens? and Why?
2. Secondary research looks at data that has already been collected. Primary research looks for data that have not been found in the secondary research.
**Always use secondary research before commissioning primary research and use Primary research to fill the gaps left after the secondary research is finished.**

IV. Others
1. My most problems such as:
- Little bit hard in English,
- Not focus, forgot everything’s that I’ve learned before and ‘brainless’ when the examination held
- Learning timetable.
My plan is to change life style to fix that I have enough time to learn everyday and make up my mind. But, what should I do to getting focus in the examination, because sometimes I feet nervous and than I’ve brainless. Sometimes, that’s makes me so confused. But, I will try to do my best. And I promise to my self to get the better score for the next examination.




------------------------- ♀♂♀♂ --------------

Assignment - Marketing

STRATEGI PEMASARAN TAHUN 2004 HARUS BERANI MENYERANG KELUAR


Tahun 2004 diwarnai dengan situasi politik yang belum menentu. Dari sisi ekonomi selama setahun ini, masyarakat didera kenaikan harga. Mulai dari BBM, tariff listrik dan telepon. Data terakhir dari bank Indonesia mengatakan kepercayaan masyarakat berbelanja agak turun.

Persaingan bisnis akan semakin tajam. Hal ini ditandai dengan penerapan bea masuk menjadi 0% untukl pasar bebas ASEAN (AFTA). Persaingan ditambah lagi oleh banyaknya barang impor yang berharga murah. Mau tidak mau para pemasar dituntut menyusun Marketing Plan secara cermat dan hati-hati.

Menurut konsultan pemasarn dari Arrbey, Handiti Hadi Joewono, fenomena masyarakat “mengerem” konsumsi mereka merupakan aspek psikologis yang sifatnya jangka pendek. Dari indicator=indicator ekonomi, menurutnya tidak ada alas an untuk pesimis. Ia optimis melihat ekonomi Indonesia masih bertumbuh dengan baik di tahun depan. Ia memberi catatan khusus pada masuknya barang-barang murah, terutama dari Cina. Soal lain yang harus diantisipasi adalah diberlakukannya pasar bebas ASEAN. Ia melihat Indonesia ,masih belum bisa memanfaatkan AFTA.

Strategi “7 in 1”
Untuk menyikapi masalah ini, menurut Handito, pertama jangan sampai kehiulangan optimisme pasar, Kedua dalam hal ini ia memperkenalkan konsep “7 in 1” Strategy.
Yang kebijakannya antara lain:
-Great perception,
-Quality product,
-Innovative product,
-Customer engagement,
-Massive distribution,
-Competitive price,
-Strive sales Person dan
-Consumer Insight.”
Dalam hubungannya dengan penyusunan Marketing Plan, Handito menuturkan bahwa Marketing Plan yang baik merupan peta bisnis dan analisa pasar. Setelah itu kita harus merumuskan target competitor. Kalau sudah ditentukan silahkan memilih strategi bersaing, baru tentukan pilihan-pilihan strategi andalannya, lalu dibuat Marketing program, target dan budget.

Kompetisi yang semakin tajam membuat perusahaan harus memiliki Competition Objectives. Ia melihat kelemahan perusahaan Indonesia dalam membuat marketing plan disebabkan oleh tidak adanya informasi. Maka, institusinya harus lebih proaktif.


ANALISIS SWOT ITU PENTING


Minggu-minggu ini para manager tengah sibuk mempersiapkan Marketing Plan (MP) perusahaan untuk tahun 2004. Seperti kita ketahui, tahun depan akan berlangsung pemilu, sehingga ditengarai factor makro, yakni ekonomi politik, akan besar pengaruhnya. Jika makro berubah, maka strategi berubah.

Kata pengamat Darmadi Durianto, Ia menyarankan agar perusahaan berhati-hati dAalam membuat Marketing Plan. Sebelum menyusun strategi pemasarn, lingkungan makro dan impactnya terhadap mikronya harus dilihat dulu. Jadi tambahnya, analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Threat) merupakan hal vital di tahun 2004.

Freddy Rangkuti Konsultan pemasaran yang juga pengarang buku “Marketing Plan” ini mengatakan, analisi tersebut dipakai supaya tahu persis kekuatan dan kelemahan internal kita, serta peluang eksternal kita dan ancamannya. Baru selanjutnya menyusun strategi yang kemudian dituangkan dalam proyek kerja. Dalam program kerja itu, harus ada siapa yang bertanggung jawab menjalankannya, waktunya berapa lama, berapa berapa dukungan budgetnya dan apa ukuran keberhasilannya.
Freddy juga mengatakan, MP berupa pendahuluan, analisi bisns, latar belakang bisnis, dan lingkungan makro. Kemudian analisis pasar, disini ada definisi segmentasi, consumer, needs, persaingan (analisis SWOT). Baru selanjutnya strategi Marketing: target market, positioning, strategi dan program.
Untuk mendukung strategi ini dibutuhkan Marketing Mix secara specific. Yang paling penting dari semuanyta adalah strategi nya. Strategi ini harus di evakuasi : apakah yang dilakukan sekarang sudah pas dengan target market dan positioning nya.
Setelah tahu posisinya dibanding competitor, untuk mendukung kegiatan agar positioning bisa lebih focus, harus ada deferensiasi.

“Saya sering kritik, orang kebanyakan kejar market share, kejar sales tanpa memperhitungkan profitnya. Banyak kasus promosi iklan di TV yang gila-gilaan, tetapi akhirnya anjlok karena profitnya tidak dipertimbangkan. Dengan kemampuan Marketing Plan, kemampuan itu bisa diukur. Jangan sampai over budget seperti iklan ‘Irex’ yang biaya promosi sebesar dari omset penjualan yang diperoleh. Kelemahan lain dalam menyusun MP, sambungannya ialah kurang bisa menahan emosi.

Menyinggung soal perusahaan yang merombak MP sampai 3-4 kali dalam setahun, Ia melihat itu bisa terjadi jika tidak dilakukan SWOT. Didalamnya terdapat analisis kondisi dibanding dengan pesaing utama.. juga ada rating, yaitu estimasi perubahan yang terjadi tahun depan. Oleh karena itu MP harus memiliki Contigency Plan.

Kesimpulannya, untuk membuat Marketing Plan yang baik, sebelum menyusun program kerja tahunan harus dilakukan SWOT karena semua kuncinya ada pada SWOT.


“Faktor emosional semakin berperan dalam membuat program kepuasan pelanggan” (Handi Irawan)

Harapan konsumen sudah pasti akan meningkat dalam kondisi normal. Harapan pelanggan bisa terjadi penurunan apabila situasi tahun 2004 kacau karena faktor politik dan keamanan.

Faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan akan mengalami pergeseran. Walaupun demikian secara umum, factor emosional akan semakin memiliki peran yang besar untuk menentukan kepuasan pelanggan.

Selama 3 tahun terakhir ini, CRM memang sudah mulai menjadi perhatian. Hal ini dikarenakan perusahaan melihat kenyataan bahwa pola pareto sering terjadi. Hanya saja, program CRM banyak mengalami kegagalan karena banyak perusahaan hanya sekedar ikut-ikutan dan tidak ingin ketinggalan. Banyak dari mereka yang tidak siap dengan customer database dan strategi. Selain itu, komitmen yang juga rendah akhirnya mengakibatkan banyak data dan informasi yang tidak di-update. Tetapi sekarang, sudah banyak perusahaan yang belajar dari kesalahan dan lebih berhati-hati dalam penerapannya.

Menyususn CS program harus melibatkan komitmen dari top manajemen dan seluruh jajaran. Selanjutnya, CS program harus didukung dengan suatu system yang jelas, contohnya mereka harus memiliki service blueprint yang jelas, standar layanan yang jelas dan goal setting. Setelah itu, diformulasikan strateginya.

Assignment - English For Business. Sample MEMO

Name: Debora Aryanti
Class: 9 A

MEMO

To : All Directors
From : Debora Aryanti
Date : December 8th, 2004
Subject: Board meeting


Our next meeting will be held on Friday, 10/Dec/2004 at Assembly Hall 7th floor.
This is to inform you that we have to discuss about our new investment and we’ll also check the investment plan. The purpose of the meeting is to create the way to increase and develop our company investment. Thanks for the attention.




Debora Aryanti



MEMO

To : Raul Gomez
CEO
From : Debora Aryanti
Sales Manager of MPM
Date : December 9th, 2004
Subject: Improving co-operation in the sales department

A meeting was held on Friday, 10/Dec/2004 in the Meeting Room at 8 o’clock to discuss how the sales reps could work together more effectively.
The following points were agreed:
1. Relations between sales representatives
2. Delivery dates
3. Reports
4. Payment system
5. Sharing information
6. Customer loyalty
Be there on time. I very appreciate for your attention.




Debora Aryanti

Assignment - Adv. Product : Milk~Aholic

CREATIVE STRATEGY

1. Target Audience
Gender : Female
Age : 19 - 25
SES : Upper middle-class
Occupation : Career Woman
Lifestyle : Free, confidence, busy

2. Promise : Consumer benefit
- Physically : Ideal Weight after 3 weeks.
- Emotionally : more confidence


3. Rationale : Product advantage
-Reason why make above promise
Just substitute your breakfast a lunch or dinner with one glass of “Milk~ Aholic”.
Ingredients : full of nutrition, high protein, rich vitamin & mineral such as iron vitamin e and folatin.

4. Tone & Style : Brand personality
• Music : chill out music , Lil john – Get low.
• Model : Cella, Cathy
• Background : Café environment


5. Creative Idea : How to attract viewers attention

* A model who always gives attention about her weight, where she works for designers as model on their glamorous fashion catwalk.

Assignment - Indonesian Legal System. Sample of Contract Agreement

CONTRACT AGREEMENT

Name : Debora Aryanti
N.I.M : 2004 08 0110
Class : PR 8-9C
Subject : Indonesian Legal System
Lecturer: Mr. Suroso


CONTRACT AGREEMENT

This agreement is hereby entered into between Mrs. Debora Aryanti and Mr. Radiktya Kuntodi on Thursday, 31st of May 2006. We, who sign below:
1. Mrs. Debora Aryanti
As herself who lives in Jl. Ciawi I No.11 Kebayoran Baru, South Jakarta, which is the owner of the house in Jl. Cibeber III No.10 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, hereinafter referred to as “1st PERSON”.
2. Mr. Radiktya Kuntodi
As himself who lives in Jl. Daksa II No.24 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, as a renter, hereinafter referred to as “2nd PERSON”.

From both PERSON, each behave according the statement above proclaim that they agree to sign this Contract Agreement with terms and conditions, such as:


Article 1
CONTRACT OBJECT

1st Person is hereby given the agreement to the 2nd Person to rent a house that belongs to the 1st Person, which resides in:
Address : Jl. Cibeber III No. 10, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Telephone Number : (021) 739 5319
Hereinafter referred to as “contract object”.


Article 2
TIME FRAME

This Contract Agreement is valid for 12 (twelve) months in a row, started from 1st of June 2006 and will expire on 31st of May 2007
Article 3
VALUE OF THE OBJECT

The value of renting for 12 months is US$ 70.000 and paid on 31st of May 2006. This agreement is also officiate as a valid quittance in the presence of the witnesses.


Article 4
APPLICATION OF THE BUILDING

1. 2nd Person strictly prohibited renting the building to any other person or and to any other company either only a part or the whole part of it.

2. 2nd Person strictly prohibited making any alternations or any other accessory in the house or on the home yard without written approval from the 1st Person.


Article 5
DUTES OF THE 1st PERSON

1. 1st Person guarantee that the land and the building of the house that he/she is rented to the 2sn Person are officially belongs to 1st Persons’ own, and not attached as a debt-claim or a lawsuit with any other parties.

2. 1st person guarantee that within the 2nd Person contract period, 1st Person has no rights to break the contract agreement by one sided as long as the contract is still valid.

3. 1st Person has rights to controlling the house condition with the notification to the 2nd Person before.
4. All the retributions and any other taxes, which are related to that building, are the 1st Persons’ responsibilities.

5. A little damage or any other breakages are including to the common maintenance, unless it caused by the ‘force mayeur’.

6. 1st Person has the responsibility for all the damages, which caused by the error-construction and any other things that is compulsory by the government.


Article 6
DUTIES OF THE 2nd PERSON

1. 2nd person is responsible to take good care of the house include the facilities and any other appliances as well as his/her.

2. The using of the water, telephone, electric, sanitation, securities and any other billings that appointed by the sectional government within the contract period are the responsibility and compulsory paid by the 2nd Person.

3. Billing for the water, telephone, electric, sanitation, securities billing at the last month of the contract period are the obligation for the 2nd Person.

4. 2nd Person has to service the Air Conditioner per 6 month.










Article 7
CLEARING AND RETURNING OBJECT

1. When this contract period ends, 2nd Person obligate to return all the object in the good and clean condition, not only for the stuffs that is written in the list which is not separately in this contract

2. Clearing and returning of that house should be done at the latest 2 weeks after the contract period ended, which is on 15 of May 2007.

3. Slowness of the returning will be charged Rp. 500.000 each day of the lateness.

4. If the 2nd Person haven’t clearing and returning the house until due date, the 1st Person has the rights to clearing that house by him/her self in him/her own way, without any permissions from any other parties.


Article 8
ANOTHER CIRCUMSTANCE

1. Any other thing that is written in this contract will be discussed agreed by two parties.

2. If there any conflict between the 1st and 2nd person that could not able accomplish, then both of the parties choose to finish it in Court of South Jakarta.

3. This Contract Agreement is made in double, per each completed by cachet and has the same intensity of law.



1st Person 2nd Person



Debora Aryanti Radiktya Kuntodi


Witnesses



Bp. Suroso
-----------------------

Assignment - Print Media Prod. Workshop

Berkomunikasi Menggunakan Gambar
Hubungan masyarakat (humas)yang professional adalah bagaimana menggabungkan tulisan dengan gambar untuk menghasilkan sebuah paket komunikasi agar dapat memenuhi tujuan yang ingin dicapai.

Pandangan dalam komunikasi
Persepsi
Persepsi adalah kesadaran akan lingkungan dan pada hal-hal yang akan terjadi
dan mempunyai arti penting dalam hidup kita.
Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi persepsi seseorang, beberapa diantaranya dihasilkan dari survei kerja warna yang akan diterangkan kemudian.

AIDA
Rangkaian Attention, Interest, Desire, Action dapat menunjukkan bahwa untuk membuat masyarakat membeli ataupun menyenangi produk atau jasa yang kita tawarkan, kita harus membangunkan perhatian mereka, membuat mereka tertarik akan produk atau jasa yang kita tawarkan, sampai akhirnya membangunkan keinginan pada diri konsumen untuk membeli produk atau jasa kita.

Survei kerja warnaSurvei ini mengungkapkan bahwa walaupun warna dapat meningkatkan keefektifitasan, tetapi efek yang dihasilkannya tidak mendapatkan jaminan. Faktor-faktor yang penting antara lain isi, desain, pesan dan ukuran. Ini adalah berita yang penting bagi seorang humas, karena dapat membantu mereka dalam memproduksi materi-materi yang dibutuhkan untuk kepentingan perusahaan. Ini juga dapat membantu seorang humas untuk dapat mengerti dan menyediakan kebutuhan dari media.


Dalam survey ini perlu diperhatikan:

1. Layout and eye movement (tata ruang dan gerakan mata)
Tata ruang pada sebuah gambar sangat mempengaruhi bagaimana
seseorang dapat merasakan gambar pada sebuah halaman.

2. Time per page (waktu untuk satu halaman)
Menurut survei, pembaca hanya diberikan waktu 38 detik untuk
membaca setiap halaman koran. Dalam jangka waktu ini, kita harus
tangkas dan pintar agar dapat menarik perhatian pembaca.

3. Recall (mengingatkan kembali)
Setiap halaman di Koran merupakan perpaduan dari tulisan dan
iklan. Seperti telah diterangkan sebelumnya, hanya 38 detik waktu yang
dimiliki pembaca di setiap halaman. Maka dari itu, diperlukan iklan
(gambar) yang menarik agar pembaca dapat tetap mengingat iklan kita
yang muncul di media massa.

4. Pheripheral vision (pandangan peripheral)
Survey ini menunjukkan bahwa pembaca dapat memberikan komentar mengenai sebuah iklan tanpa harus mencermati iklan itu, pembaca hanya perlu melihat sekilas.

5. Advertisement sections (bab pada iklan)
Pembagian dalam iklan sebagai humas terdapat tiga bagian, yaitu gambar, judul, dan salinan kata (terdiri dari kalimat pembuka, informasi pendukung, dan materi-materi lain).

6. Size and colour (bentuk dan warna)
Bentuk dan warna pada iklan akan mempengaruhi image produk
atau servis yang kita tawarkan.

Berkomunikasi menggunakan gambar
Untuk mengkomunikasikan sesuatu, seorang humas dapat menggunakan gambar dalam bentuk foto, sketsa, maupun diagram. Contoh dari pemakaian gambar oleh humas dapat berupa kartu undangan, dalam bentuk display di pameran, dalam laporan tahunan, pada persentasi, dll.

Kegunaan gambar
Kita dapat menggunakan gambar untuk menambah ketertarikan dalam suatu komunikasi.

 Tipe gambar
Gambar yang ingin ditampilkan dapat diperoleh dengan banyak cara, beberapa gambar dapat kita peroleh secara gratis, namun ada juga yang mengharuskan kita untuk membayar royalti kepada si pembuat gambar. Bebrapa contoh bentuk gambar antara lain lukisan, foto, gambar garis, film sampai video.

 Clip art
Ribuan gambar siap pakai ini dapat kita peroleh dari komputer secara gratis, ada yang sudah termasuk dalam program di computer ada juga yang mengharuskan kita untuk mendownloadnya dari internet.

 Gambar digital
Sekarang ini sangat banyak ditemukan foto dan gambar digital. Dengan semakin berkembangnya teknologi, orang pun mulai beralih dari kamera yang menggunakan film menjadi kamera digital yang sekarang banyak dijual dengan harga yang terjangkau.
Beberapa keunggulan gambar yang dihasilkan dari kamera digital dibandingkan film adalah gambar dapat kita lihat langsung sesaat setelah pemotretan berlangsung, gambar lebih mudah untuk diubah-ubah, dan lagi penduplikasian gambar dapat dengan cepat dan lebih mudah dilakukan.

Fungsi Fotografi dalam Hubungan Masyarakat
Ada 3 teknik fotografi, foto tetap, film dan video. Kamera digital adalah sebuah permulaan yang dapat menambahkan keuntungan kepada ketiga jenis fotografi diatas.
 Kenapa memakai fotografi?
Karena ini merupakan cara tercepat dan biasanya yang terbaik untuk dapat menangkap sebuah gambar. Dan juga, foto dapat menambahkan kekuatan pada sebuah cerita.
 Bagaimana memilih teknik yang akan dipakai?
Ketiga teknik diatas memiliki keuntungan yang berbeda-beda. Seorang fotografer professional dapat menentukan teknik apa yang akan dipakai untuk ditaruh di media mana, tetapi sang fotografer harus diberi penjelasan singkat terlebih dahulu.
Foto dapat dipakai untuk beragam tujuan, yang perlu menjadi catatan adalah media untuk menaruh foto itu haruslah media yang meperhatikan detail, seperti majalah.
Film biasanya berukuran 16 mm, tetapi untuk standart seorang professional biasanya memakai film 35mm.
Video mungkin terlihat mirip dengan film, tetapi jika diperhatikan lagi, akan tampaklah sebuah perbedaan besar. Satu hal yang sangat jelas adalah dalam pembuatannya, film akan lebih rumit dan lama, selain itu biaya produksi menggunakan film juga lebih besar dibandingkan video.

Kesempatan yang Diciptakan Foto
Media bergambar – khususnya televisi, sekarang ini menjadi sangat kuat. Banyak orang yang memilih untuk menonton televisi dibandingkan mendengarkan radio.
Kegunaan lain untuk sebuah gambar adalah untuk menceritakan sesuatu. Sekarang ini anak kecil pun sudah disuguhi majalah yang kebanyakan berisi gambar-gambar animasi. Tabloid sendiri banyak menggunakan gambar-gambar visual.
Salah satu dari tanggung jawab seorang humas yang professional adalah menciptakan kesempatan yang baik untuk penggunaan foto. Ini berarti memikirkan cara untuk mendapatkan ketertarikan visual klien.

Berikut adalah contoh bagaimana foto dapat membuat suatu keuntungan:

Acara

Membangun kesan yang baik




Upacara penghargaan

Kesempatan yang diciptakan foto

Mengunjungi rumah sakit, foto dengan pasien muda atau bahkan yang sangat parah penyakitnya, semua tergantung kebutuhan.

Pengahargaan diberikan kepada seseorang yang berprestasi.



Pemberian judul gambar
Gambar harus teridentifikasi, setiap gambar harus mempunyai judul. Judul itu harus berdiri sendiri tanpa bergantung pada suatu cerita. Yang mesti diperhatikan adalah jangan pernah menulis judul dibalik gambar.
Ukuran foto yang umum untuk dipublikasikan adalah 8 inci × 6 inci Dengan ukuran ini memungkinkan foto untuk diberikan judul dengan cara :
• Menggunakan ukuran kertas press release normal.
• Dengan spasi ganda dan tipe margin yang lebar, setengah kertas
yang lain diisi dengan penjelasan foto. Penjelasan foto ini antara
lain embargo, nama dan nomor telepon yang bisa dihubungi, judul,
tanggal, lokasi, dll.
• Memakai lem di keempat sudut foto.

Kerjasama dengan Fotografer
4 Hal yang harus jelas bagi seorang humas sebelum meeting dengan fotografer:
a. Bagaimana sebuah cerita dapat dikisahkan melalui gambar
b. Efek yang didapatkan
c. Jenis foto apa saja yang diinginkan editor
d. Bagaimana bekerja dengan fotografer

1. Memilih fotografer
Sebagaimana pekerjaan lain, fotografer pun ada yang kerjanya cukup memuaskan, baik bahkan luar biasa. Peraturan yang sama untuk mempekerjakan atau bekerja sama dengan orang baru antara lain mintalah rekomendasi dari orang yang pernah menggunakan jasa fotografer itu, lihatlah foto-foto yang pernah dia hasilkan, ketemudan bicara dengan calon fotografer, mulai bekerja dengan proyek yang kecil dahulu.

a. Staf Fotografer
Beberapa organisasi besar mampu mempekerjakankan fotografer sebagai karyawan tetapnya.

b. Fotografer local
Semua humas membutuhkan fotografer local –barangkali dibayar- yang dekat dengan cabang kantor mereka.

c. Fotografer pres
Semua media mempunyai fotografernya sendiri yang selalu mengirimkan gambar cerita. Fotografer pres dapat diarahkan oleh seorang editor agar dapat membuat berita yang lebih baik.

d. Fotografer spesialis
Tarif fotografer spesialis biasanya lebih mahal, tetapi biasanya hasilnya juga akan lebih baik.

2. Memberikan penjelasan kepada fotografer
Fotografer harus mengerti foto yang mereka hasilkan akan digunakan untuk apa. Seperti biasa, tujuan yang jelas sangat dibutuhkan. Maka dari itu, fotografer harus diberikan penjelasan-penjelasan seperti kapan foto itu harus selesai? Berapa biaya yang tersedia? Media apa yang digunakan untuk menempatkan foto? Pesan dan kesan apa yang ingin disampaikan melalui foto itu?

3. Pengambilan gambar
Biasanya sebelum melakukan pemotretan, fotografer terlebih dulu diberikan penjelasan. Dalam bekerjasama persentase hubungan kerja yang paling bagus antara fotografer dan humas adalah 80:20.

4. Pemilihan foto
Sebelum ditaruh di media, foto harus diseleksi terlebih dahulu, sebagaimana suatu siaran berita agar sesuai dengan kebijaksanaan media.
Kadang pemotongan foto dapat dilakukan untuk membuat memfokuskan gambar pada objek.

5. Pendistribusian materi
Kita harus hati-hati dalam penditribusian segala bentuk materi gambar, mulai dari foto, film sampai video. Sebelum dikirim, materi tersebut harus diberi judul (agar tidak tertukar), lalu dibungkus dengan rapih agar terhindar dari guncangan yang dapat merusak kualitas gambar. Pengirimannya sendiri dapat dilakukan dengan menggunakan jasa kurir. Walaupun gambar video dapat dikirim melalui internet, tetapi kaset video sendiri harus tetap dikirim secara tradisional.

Menghindari pembuangan materi
Untuk menghindari pembuangan materi gambar, kita harus ingat bahwa tujuan kita adalah menyediakan materi yang bernilai bagi media. Kerja untuk membangun reputasi dapat dilakukan dengan memilih siaran berita dan gambar.

6. Anggaran biaya
Seperti biasa, Anggaran biaya sangat diperlukan. Anggaran biaya harus meliputi:
• Waktu
• Personil
• Ongkos

Assignment - Business Administration. "Philip Morris" Company

KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena rahmatNyalah maka makalah ini dapat kami selesaikan tepat pada waktunya.
Pada kesempatan ini kami juga ingin menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada:
1. Mrs. Elke Alexandrina selaku lecturer yang senantiasa membimbing kami dan mengarahkan kami dalam pembuatan makalah ini.
2. Mr. Michael. S (HRD) dari Philip Morris-Jakarta yang telah meluangkan waktunya untuk interview dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari kami sehingga membantu kelancaran proses pengerjaan makalah ini.
3. Teman-teman sekelompok di kelas 9A.
4. Semua pihak yang turut mendukung yang tidak dapat kami sebutkan namanya satu per satu.
Akhir kata, besar harapan kami agar kiranya makalah ini dapat berguna bagi rekan-rekan mahasiswa dan semua pihak yang membutuhkannya.




Jakarta, Desember 2004


Penyusun




PHILIP MORRIS


Philip Morris-Indonesia selaku perusahaan besar yang memproduksi rokok ternama ‘Marlboro’ tidak memiliki Costumer service. Tetapi mereka memiliki QE (Quality Ensurance) yang berpusat di Malang-Jawa Timur, hal ini dikarenakan keseluruhan proses produksi dilakukan di Malang. Sedangkan di Jakarta sebagai Headquarters (markas besar) dari Philip Morris-Indonesia.

Perusahaan ini menggunakan sistem “desentralisasi” untuk pengerjaan filing administration. Filing document dilakukan oleh masing-masing departemen. Administration function juga dilakukan masing-masing. Administrasi ada di bawah Human Resources dimana selaku departemen yang menangani masalah-masalah intern kantor, seperti : peralatan-peralatan kantor, mobil-mobil kantor, housing, letter permit.

Philip Morris meminjamkan modal dan warung-warung bagi beberapa pedagang. Tetapi hanya warung-warung yang terdapat sticker Marlboro-nya saja. Secara tidak langsung warung-warung yang ada sticker Marlboro official menjadi “warung Philip Morris”.

Pada bagan-bagan chart yang telah digambarkan, dapat kita lihat bahwa Philip Morris menempatkan beberapa badan Departemen beserta fungsi, tugas dan kegunaannya. Badan-badan tersebut antara lain:
• LO (Leave Operation)
Dimana Philip Morris bekerja sama denga para petani-petani tembakau yag nantinya hasil tembakau tersebut akan dijual kepada Philip Morris. Jadi, dengan kata lain perusahaan ini bekerja sama dengan petani-petani tembakau yang berperan sangat penting sebagai bahan baku bagi pelaksanaan proses produksi.
• CA (Corporate Affair)
Perusahaan menjalin hubungan dan kerja sama dengan badan-badan pelayanan jasa lainnya yang akan mempromosikan dan memperkenalkan produk mereka kepada massa. Contohnya seperti Public Relations, Advertising, Promoting, dll.

• Financial
Dalam bidang financial, perusahaan membawahi Information System, Internal Contacts dan bidang lain yang dapat membantu dalam pelaksanaan gerak laju financial di dalam perusahaan ini sendiri.
• Marketing
Dalam hal ini, marketing berfungsi sebagai promotion services. Dimana marketing bertugas untuk mempromosikan produk dari perusahaan ini.
• MMF (Malang Manufacturing)
MMF berfungsi sebagaimana Malang merupakan tempat dilakukannya keseluruhan proses produksi.

Rokok yang diproduksi Philip Morris di Indonesia antara lain: Marlboro, LONG BEACH, LNM dan Virginia Slim. Tetapi yang paling ‘menonjol’ adalah Marlboro. Semua proses distribusinya dilakukan melalui BENTOEL.
Maka dapat kita ketahui bahwa Philip Morris-Indonesia menggunakan sistem “direct-indirect” dalam proses pemasarannya.

‘Perusahaan raksasa’ yang dikepalai oleh Joe Cullman selaku Former dan Jack Landry selaku Former Direction ini dalam proses produksinya pun memiliki pengklasifikasian sendiri. Seperti pada Marlboro, cukup banyak jenis Marlboro yang dipasarkan di sini. Antara lain: Marlboro Merah, Marlboro Menthol, Marlboro Lights Menthol, Marlboro Lights dan Marlboro Ultra Lights (tidak diproduksi di Indonesia). Jenis-jenis ini didasarkan pada panjangnya filter, lubang pada kertas pembungkus tembakau(papir) dan pada aroma Menthol di kertas bagian dalam bungkus(khusus Menthol).
Pada Marlboro ‘Lights’ papir dibuat lebih panjang dibanding Marlboro biasa (non-lights). Begitu juga pada Marlboro ‘Ultra Lights’, filter lebih panjang dari Marlboro ‘Lights’, dan lubang-lubang pada papir lebih banyak dibanding Marlboro Lights atau non-lights.

Philip Morris tidak mempromosikan produk-produknya melalui Ad. TV (iklan Televisi). Meskipun dulu Marlboro sempat mengiklankan rproduknya di TV, tetapi sudah lama belakangan ini tidak pernah lagi kita lihat iklan Marlboro di layar kaca. Kita hanya dapat melihat iklan Marboro di media cetak seperti majalah dan Billboard.
Hal ini dikarenakan Marlboro (di bawah bendera Philip Morris) terikat dengan ‘social policy’ dan ‘international policy’ yang tidak mengijinkan iklan Marlboro ditayangkan di layar televisi. Kebijakan tersebut dibuat sedemikian rupa untuk mengantisipasi munculnya pengaruh buruk bagi anak-anak di bawah umur yang bisa dengan mudah melihat iklannya di Televisi, kemudian mulai meniru untuk coba-coba merokok. Hal inilah yang ingin dihindari. Mungkin terkesan terlalu ‘naif’, tetapi dengan kebijakan ini pula lah maka Malboro sebagai ‘rokok besar’ memiliki citra/image-nya sendiri.

P.R Assignment - Product: L'oreal

L′ O R É A L
INVICIBLE PLATINUM


Written by:
Debora. Aryanti
9 A

Public Relations have some plan. There are stages to the Public Relations plan. We will see that the process moves from an analysis to the situation through the strategic setting of objectives and choice of public, to tactical decisions regarding the actual message and the media. Budget and evaluation are “control” issues that support the plan, and make it possible.
And now, I try to examine 6 stages of the planning detail from my chosen product, L´ORÉAL PARIS INVICEBLE PLATINUM.


1. Situation Analysis
Beauty is very important for every woman in this world. No matter whom they are; what their skin color; where they’re come from. Because, most of woman always expect for their fabulous impressions. Either one of the most important cosmetics is ‘lipstick’. Because of that, the cosmetic companies have competed each other. There are many competitors who tried to authorize the market place. But, we have to aware. Why? I think there’re so many reasons.
For the beginning, just take a look at yourself. We can start from the simple question. How many lipsticks that we had been tried after saw the ad in the media? I think, that’s a simple question, but I’m sure that u are (even me) hard to remember how much money we spent to buy ‘a bundled of lipstick’ for being a “Cosmetic Victim”.
We need awareness to handle this problem. It might not be a big problem, but nowadays we can see that so many lipsticks are offered to us. But, how can we choose if we didn’t get any clearly information from the product?
Usually, they give some information through the media advertisement.
Lipsticks are also important to support your outfit. Most women concern about their beauty. So, they have to choose carefully for proper cosmetics (lipstick especially). Because of booming appearance from the new product, we’re just so confuse and at least we buy some product even though we do not know how it work on our skin. If we often do that thing, our skin could be dry, irritate, and the worst is ‘skin cancer’. Of course we won’t it happened.
That’s why, L´ORÉAL as approved as the one of the number one cosmetic product and completed with international standard could be the great choice for the entire smartest woman. More over with their new product, INVICEBLE PLATINUM certainly will satisfy the “lipstick FREAK”.


2. Objectives
The aim of this product is to satisfy the consumer. Nowadays, most women wanna get multi benefit from the lipstick which they use. That’s why, many cosmetic company offered so many advantage of their product to satisfy consumer egos. Day by day, the consumer was more consider with the lipstick which can moist their lips with long lasting color.
So, after analyzed the situation, L´ORÉAL sure that their product will satisfy the consumer. Because, beside the glamour color, its ingredients also very smooth and the moisturizer will guard their lips without blurring the color. The consumer also can feel more express their mind by the color.


3. Publics
Target market includes:
Age : 20 – 30 years old
Gender : Female
Social Economic Strata : Middle class, upper-middle class
Income : ≥ Rp 800,000.00
Occupation : College/university students, career women, house wife- young house wife
Education : Bachelor degree, Master degree
Lifestyle : Busy, Simple, Modern, Free, Hedonistic



4. Media
The companies usually advertise their product to encourage people to buy their product. In effort to promote their product they have to pay for the media which publish their product, so does L´ORÉAL.
L´ORÉAL has published their advertisement at page 28-29 and back cover on dewi magazine for November 2004 edition.

5. Budget
For each advertisement, the media that publish it have their own standard for one commercial per edition.
Like this time, L´ORÉAL PARIS commerce their new product, INVICEBLE PLATINUM through dewi magazine.
For Full page-print color, they have to pay Rp 20.000.000,- (per one page)
For Back cover, they have to pay Rp 32.000.000,-
In this edition, L´ORÉAL has appeared twice for full page-ad color, and once for Back cover.
So we can calculate the totally budget that L´ORÉAL paid to ‘dewi’ for this edition.
• Twice appearance on Full page-ad color @ Rp 20.000.000,-
= Rp 40.000.000,-
• Once on Back cover = Rp 32.000.000,-
+
Rp 72.000.000,-
That’s the total cost for advertise the new product by L´ORÉAL.
 On the next page I’d like to include the price list from dewi magazine to advertise a product per edition. This is the price list from end of the year 2004 until December 31st, 2005.


6. Evaluation
The response from the people who had been tried very satisfies with this product.
Even though, they didn’t have to put it again after they take some ate. This product is proved the advantage.
INVICEBLE PLATINUM is longer stay in their lips with the perfect glow than another lipstick. Beside of that, women who have been used confess that INVICEBLE PLATINUM is moister than the other brand. “It didn’t make my lips dry.” that’s what people say about this product. So, all the women was approved the advantage o this product. Don’t think twice, just go to the nearest department store and get your lips sexier than before.

Comm Science - Analysis Assignment

Name : Debora Aryanti
Class : 9A

Analysis of ‘I am David’ movie

Once upon a time, there is a story about a boy whose parents was separated by Communist.
Actually, he is from a middle-upper class family, but because there is any Communism movement, he has to separate with his parents. Then, after he lost her parents, he has to come in Communist reception centre.
There, he has to survive. And he has a friend named Johannes. He always say that David have to save his life and go out from the reception centre. He also says that David doesn’t have to trust anyone. Johannes is very kind, and he also David’s room-mate.
Someday in Communist reception centre, David steals soap from the commandant’s desk. After that, the army search for the thief. Johannes sees that David hold the soap, and he knows what the risk. He takes the soap from David’s hand immediately in order to save David’s life, because the army will shoot the thief when they find them. So, Johannes pretend that he’s steal the soap. After that… Boom!! Johannes has been shooting, and he’s dead. David was so shock by that accident. He always feels guilty. He’s aware that Johannes did it to save his life. And then, he takes the soap and always keeps it on his pocket.
He pushes his self to meet the commandant and say what’s in his mind. The commandant has been touched and he helps David to go out from there. He gave the David’s identity card. Then he said that David has to go to Denmark. But he doesn’t say the reason why he should go there..

David already leaves the Communist reception centre. He is glad that this time he is free, but he doesn’t know direction.
Almost while his life; he spent it in the Communist reception centre, so he never sees the outside world. And now when he come out, he is confuses and he has no clue.
He doesn’t know how to smile, he can’t trust any body, and he lost in translation.
He moves from one place to another that he never knew it before. He can’t speak another language except English. But, he always gets the fortune. It’s always being there some one who helps him indirectly. Then one time, he aware that life is not only fulfill with misery when someday he looks a warehouse burned, and he heard a girls shouted need a help. He entry the warehouse, and he helps a girl who bounded on the chair.
Suddenly, when he awake on the nice bed in a beautiful room he doesn’t know what exactly happened. And, there he is.. In the big ‘palace’ between a very nice family.. That is the family of the girl who he helped. They give him love, that he never had before.. Accidentally, he knows how to smile. Otherwise, he thought that he never smiled before. But, because of the something, he decides to go out from that house. He wants to continue the trip to Denmark.
Suddenly, he is stranded on the country, and he met an old lady who painting a river. Then he greets that lady, after that the old lady asks him to be a model for her paint. She sees something different on David’s eyes.
After finished the paint, they both go to the old lady’s house, in Suisse. After a few days he spent with the old lady, he gets the fact. He’s sure that his mom stays alive. And she’s a writer. So, that old lady takes him to the immigration office to check his id. And after that, he just knows the reason why should he go to Denmark because his mother is living there and she is a famous book writer in Denmark.
And the old lady is his grandma.
So, they both go to Denmark, and he meet his mom after many years separated by Communist.. Then, he can smile to look at the whole world, with suffering that will be a history in his life..

So, from this story we can take the conclusion that life sometimes is not fair. But god has a plan for our life. We don’t know what could happen tomorrow, we just have to be survived. And on this story we can also see the mistake which appear by the language. If we stranded on the place that we don’t have a clue to do something, just try to make a conversation with another, even though with body language.

Final Exam - Theories of Persuasion



Adrett Café & Lounge
Jl. Senopati Raya No. 35 A


Pernahkah terbayang oleh anda menikmati alunan musik Jazz ditemani secangkir Cappuccino atau segelas dry-gin dengan sepiring calamari di sebuah lounge bernuansa homey dengan lanatai akuariun berisi ikan warna-warni? Pastinya ini adalah yang anda tunggu-tunggu, untuk sekedar refreshing selagi menunggu ‘jam macet’, melepas penat sepulang kantor, sekedar relax dari aktifitas seharian yang melelahkan maupun menjadi pilihan anda untuk weekend.

Perusahaan kami yang sudah lebih dari satu dasawarsa bergerak dalam bidang gourmet, kini menghadirkan Adrett Café & Lounge yang pastinya membuat fantasi anda para pecinta Jazz manjadi nyata karena kami menyuguhkan alunan musik Jazz, dan sembari menikmatinya anda bisa memesan meals ataupun minuman baik dari yang ringan sampai yang khas Eropa sambil menikmati indahnya warna-warni beragam jenis ikan di floor aquarium seolah berada di bawah telapak kaki anda. Penataan ruang yang dekoratif dihiasi dengan kaca-kaca mozaik yang dialiri air, kami yakin environment yang tercipta disini bisa mengembalikan mood anda dari ketegangan aktifiitas selama seharian.

Berlokasi di jantung kota Jakarta dengan akses bebas 3 in 1, jadi jangan takut waktu anda akan habis di jalan. Adrett memberikan tiga jalur alternatif bebas 3 in 1 yang bisa diakses langsung dari beberapa pusat district bisnis besar di sekitar Jakarta. Café & Lounge berlantai dua yang difokuskan bagi para penggemar musik Jazz ini menyediakan smoking dan non-smoking area. Kami juga mendatangkan musisi Jazz ternama para hari Rabu, Jumat dan Sabtu. Bagi anda para businessman-businesswoman yang sibuk, kami juga menyediakan layanan internet (GPRS) gratis yang bisa anda akses langsung dari notebook anda selama berada di dalam area Adrett Café & Lounge. Kehandalan para chef professional yang dikepalai oleh chef ternama dari Belgia bisa anda buktikan sendiri. Waffle khas Belgia yang menggugah selera sampai meals ala Eropa lainnya bisa anda dapatkan di Adrett Café & Lounge.

Bila anda menginginkan sesuatu yang lain seperti surprise party bagi orang yang anda kasihi dengan menyewa Adrett Café & Lounge pada weekdays ataupun weekend, jangan ragu untuk menghubungi kami. Mungkin anda ingin reservasi untuk perayaan hari jadi, farewell party, reunion, dll silahkan hubungi Adrett Café & Lounge.

Untuk keterangan lebih lanjut, anda bisa menghubungi kami di nomor (021) 720 3587/ 88 dan staff representatives kami akan segera melayani anda. Bisa juga melalui fax di nomor (021) 720 8735. Atau langsung datang ke Adrett Café & Lounge, Jl. Senopati Raya No. 35 A. Just come and try, then u would think to come back on and on and on!

Advertising - Final Assignment


Print Media Prod. Workshop - Final Exam







Public Relations - Final Assignment Sems.I




My Curriculum Vitae

Curriculum Vitae

Personal Information

Name : Debora Aryanti
Date of Birth : January 18th 1986
Age : 22 years old
Address : Woltermonginsidi, Kebayoran Baru
Jakarta 12180
Email : debbie_b8984d@yahoo.com
Phone Number: -
Marital Status : Single
Religion : Christian

Educational Attainment

Formal
• 2004 - 2008 Bachelor Degree of Communication STIKOM The London School of Public Relations – Jakarta (fully Accredited ‘A’)
Majoring in Public Relations
• 2001 - 2004 High School SMU PSKD 4 – Jakarta
• 1998 - 2001 Junior High School SMP Tarakanita I – Jakarta


Informal
 Goethe Institute 01.2007 - 07.2007
 YKL Language Center majoring German Language 02.2005 - 06.2005
 English First (EF) 2000 – 2001
 International Language Program (ILP) 1997 – 1998

Hobbies and Interests

 Reading
 Traveling
 Music
 Running Business
 Sports

Skills

 Microsoft Office workshop
 Speak English (both written and oral)
 A little bit of German language (both written and oral)

Experience

 The Chairman of High School Prom Night (2004)
 Stand Guide for Fun English Center (FEC) at Semanggi Expo 2004
 Mandiri ‘Power Buy’ TVC project as Stylist-Wardrobe (April 2007)
 Marketing & Media Relation Officer at The BLACKPEARL Martini Bar & Club (May 2007)
 Internship in Public Relations Division of Bank Indonesia (December 2007)
 Citibank NA as Business Development Associate for Citi@Work (January 2009 - July 2009)